"Satu-satunya sebab diselenggarakannya reuni 21-2 ini ialah
kerinduan jutaan ummat untuk bertemu imam besar Paluisme, Tras Yang Maha
Jenaka." Terang Edo pada pertemuan rutin jemaat Paluisme.
"Coba tengok beranda-beranda media sosial anda. Betapa disana bertebaran
doa-doa tulus jutaan ummat agar Yang Mulia Yang Maha Jenaka bisa pulang kandang
segera. Ummat rindu cerita delusif hantu komunisme yang beliau dongengkan.
Jemaat rindu orasi-orasi agitatif yang begitu membakar hasrat itu."
Terlihat jelas ekspresi kejujuran di wajah pemuda ini.
"Jadi, tidak tepat rasanya kalau ada pihak-pihak yang
mengatakan bahwa aksi, eh apaaa, bukan aksi, ya, eeemmhh....hajatan kali, ya?
Bahwa aksi ini, eeh..kumpul-kumpul maksud saya, ada konten politisnya. Tidak
ada itu. Ini murni ekspresi kerinduan pada sang idola. Perlu diingatkan
orang-orang yang berucap demikian untuk tidak mengeluarkan kata-kata yang bisa
menistakan muruah aksi ini. Tak berdasar opini itu. Kami hanya rindu
ceramah-ceramah indah nan menyejukkan dan beraroma surgawi yang selalu
disampaikan beliau. Tiada lain." Tegas sekali Edo mengucapkan
kalimat-kalimat itu.
"Tapi tokoh-tokoh yang datang orang-orang oposisi semua, Do.
Dan ceramah-ceramah yang disampaikan pada kegiatan itu juga bernuansa
politik." Sanggah Abu Natae.
"Yaelah,. Anda kok ribet amat sih. Sudah percayai saja. Tabu
pertanyaan itu. Anda mau acara pengajian anda ditolak lagi?"
Demi Novantoe, Yang Mulia, pulanglah segera. Ruang besi telah
tersedia untuk melindungi Engkau, Paduka.
0 Comments: