"Kamu itu kenopo tho, Tras, mukanya kok layu begitu?" Tanya Edo mencoba memahami isi hati temannya. "Hidup ini kok teras...
FATWA TRAS MENGENAI NIKAHSARAH.COM
"Kamu
itu kenopo tho, Tras, mukanya kok layu begitu?" Tanya Edo mencoba memahami
isi hati temannya.
"Hidup
ini kok terasa sulit, ya, Do." Jawab Tras.
Dari
isyarat matanya, tergambar bahwa pikiran Tras sedang tidak berada bersama
tubuhnya, melayang jauh entah kemana. Mendengar jawaban itu, Edo memilih diam,
memberikan kesempatan kepada temannya untuk melanjutkan cerita, "sebuah
ungkapan hati" begitu pikir Edo.
"Yah,
mungkin memang nasibku lah, Do." Lanjut Tras, disusul kepulan asap kretek
keluar dari mulutnya.
"Panjenengan
lagi sedih kenapa tho? Mbok, ya, ceritalah." Kali ini nada bicara Edo
memelan, menunjukkan bahwa dia juga merasakan kesedihan temannya.
"Entahlah,
Do. Akhir-akhir ini pikiranku kacau. Pertanyaan-pertanyaan yang dulu kuanggap
biasa, saat aku masih mempercayai dongeng-dongeng suci itu, kini terasa berat
bagiku. Pertanyaan yang jawabannya, menurutku, tak dapat ditanggung seorangpun.
Pertanyaan yang membuat pencairan hidupku terasa tidak akan pernah tuntas. Apa
yang terjadi setelah kita melalui hidup ini? Kemanakah kita setelah ini?"
Tras mencoba menerangkan isi benaknya seraya menundukkan kepala.
"Jangan
banyak mikirlah, Tras. Hidup jadi ruwet begitukan? Tekit isi, letit
plolah." Edo mencoba menasehati.
"Orang
yang nggak berpikir adalah orang mati, Do. Hidup seperti apa yang kau maksudkan
jika aku tidak berpikir?" Suara Tras sedikit meninggi.
"Hidupku
terasa kosong kini. Seperti ada sesuatu yang hilang, Do. Ada yang kurang."
Lanjut Tras.
"Nah,
kalau itu aku baru setubuh, eh setujuh bahkan sedelapan, Tras, bahwa ada yang
kurang dalam hidupmu.Tapi maaf lo, ya, sebelumnya, bukan maksud menyinggung,
coba kamu buka NIKAHSARAH.COM. Aku yakin bahwa 'kekurangan' dalam dirimu, bisa
kamu temukan disana. Ada semua. Lengkap. Dari yang mulai KW, super copy, barang
seken, sampai yang ori juga ada. Orinyapun berkategori, Tras. Dari yang mulai
hot, hit, hat, het, bohaei, seger, daun muda dan kategori-kategori aduhai
lainnya, ada. Komplit. Dan yang paling menggiurkan ni, ya, semua benda itu
DI-LE-LANG. Tau kan arti DI-LE-LANG? Coba pikir, berlian dilelang. Siapa yang
menolak? Menggairahkannya lagi, nikahnya bisa berjangka. Mau seminggu, sebulan,
tiga-bulanan, selamanya? Boleh. Hebatkan itu. Keuntungan yang didapat dari
penawaran ini ialah jika kamu merasa bosan, ya, tinggal buang saja. Cari lagi
yang baru, beres. Aku bisa pastikan dengan melihat tampilan situsnya pertama
kali saja, semua kegalauan dan kekosongan hatimu akan sirna. Hangus tak
meninggakan abu apalagi bara. Ibarat air yang tiada berbekas di daun talas,
begitulah kekusutan pikiranmu, lenyap. Gone.” Panjang kali lebar sekali Edo
menjelaskan
“Dooooooooooooooooooooooooooo.................”
Teriak Tras.
"Saat kredo yang sakral menuntut totalitas ke-iya-an kita tanpa memberi celah untuk dipertanyakan apalagi diragukan dan dipertentangka...
TANPA AKAL MANUSIA HANYA BANGKAI
"Saat kredo yang
sakral menuntut totalitas ke-iya-an kita tanpa memberi celah untuk
dipertanyakan apalagi diragukan dan dipertentangkan, disaat itulah kita telah
mati! Saat itulah akal kita dibunuh, saudaraku! Kita memang tidak boleh
bersandar hanya pada akal tapi bukankah karena akal kita layak disebut manusia?
Jika kita hanya duduk diam, tidak berbuat, terbengang sambil berkedip-kedip
melihat ketidak-beresan terjadi, apa gunanya hidup-bagai-mati macam itu,
saudara? Aku lebih memilih mati sebelum aku hidup." Demikian Tras
mengakhiri pidatonya.
[Tepuk tangan]
Seperti biasa, kalimat-kalimat agitatif Tras mampu memecah-belah
keheningan alam pikiran audien yang hadir. Perkataannya berhasil menghantui dan
menghentakkan orang-orang yang selama ini hanya memilih diam. Bagai arwah yang
bergentayangan mencari tubuh inang untuk dirasuki, "hantu" pikiran
itu membayangi, merangsek masuk ke bagian paling dalam alam bawah sadar
pendengarnya. Dengan kalimat itu, terang benderanglah kini suatu masa yang akan
datang, masa yang suram akibat matinya akal.
Sekarang, mungkin ada baiknya jika kita meninggalkan pagar pembatas
yang sudah lapuk itu, karena...
Tidak ada pohon baik
Yang menghasilkan buah
jelek;
Begitu pula, pohon jelek
tidak akan menghasilkan
buah yang baik.
Masing-masing pohon
dikenali
Dari buah yang
dihasilkannya .
Kalau Anda mau tahu apa itu Paluisme, bergurulah pada Novantoe. Beliaulah contoh paluist yang tercerahkan. Berkat lakunya di bawah pohon Bu...
BERGURULAH PADA NOVANTOE
Kalau Anda mau tahu apa itu Paluisme, bergurulah pada Novantoe.
Beliaulah contoh paluist yang tercerahkan. Berkat lakunya di bawah pohon Budi
Tiank Listrik, dengan menjalani puasa yang sangaat ketat, keajaiban bermula.
Orang dengan tingkat spiritualitas melebihi langit ketujuh. Aksi akrobatik yang
sedang beliau mainkan tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Orang
sembarang, nona, tak sampai pikirnya berbuat kelucuan macam itu. Macam-macam
manusia sudah abang temui, dek, kalah sama kebadutan beliau. Hanya paluist
sejatilah yang mampu berperan demikian.
Satu hal yang diyakini penganut paluisme : Hiduplah dengan jenaka.
Karena dengan kejenakaanlah apapun akan memakmurkan.
Lihatlah! Betapa sekarang pengusaha bakpao semakin bertambah kaya,
orderan tak pernah putus saban detiknya, mengalir deras bagai air Barito yang
membanjiri rumah-rumah warga. Dimana-mana, semua mulut, Tiang listrik
diperbincangkan tak henti-hentinya. Seperti waktu yang melindas-habis hari-hari
Kapuas yang semakin menua, sementara Band tak menghasilkan melodi apa-apa.
Tiada berkah. Sang bunga lupa akar-akarnya. Berbagai macam dan jenis tawaran
datang dari segala penjuru kepada the Almighty Tiank, dari hanya sekedar
berselfie sampai sesajen berbagai rupa dan tampang. Satu kata kunci makhluk
tadi mendapatkan ketenaran, J E N A KA. Jenaka. Iya, kejenakaan membawa BERKAH.
Paluisme BERKAH.
Pantaslah kata "Yang Mulia" kita sematkan di depan nama
beliau (?).
Catatan:
Ayat-ayat ini boleh dishare. Tapi jangan sedua-dua kali menggunakan
ayat suci untuk tujuan poligelitik.
Tras Paluius,
Pendiri (sekaligus nabi) Paluisme
"Satu-satunya sebab diselenggarakannya reuni 21-2 ini ialah kerinduan jutaan ummat untuk bertemu imam besar Paluisme, Tras Yang Maha J...
DEMI NOVANTOE, PULANGLAH!!
"Satu-satunya sebab diselenggarakannya reuni 21-2 ini ialah
kerinduan jutaan ummat untuk bertemu imam besar Paluisme, Tras Yang Maha
Jenaka." Terang Edo pada pertemuan rutin jemaat Paluisme.
"Coba tengok beranda-beranda media sosial anda. Betapa disana bertebaran
doa-doa tulus jutaan ummat agar Yang Mulia Yang Maha Jenaka bisa pulang kandang
segera. Ummat rindu cerita delusif hantu komunisme yang beliau dongengkan.
Jemaat rindu orasi-orasi agitatif yang begitu membakar hasrat itu."
Terlihat jelas ekspresi kejujuran di wajah pemuda ini.
"Jadi, tidak tepat rasanya kalau ada pihak-pihak yang
mengatakan bahwa aksi, eh apaaa, bukan aksi, ya, eeemmhh....hajatan kali, ya?
Bahwa aksi ini, eeh..kumpul-kumpul maksud saya, ada konten politisnya. Tidak
ada itu. Ini murni ekspresi kerinduan pada sang idola. Perlu diingatkan
orang-orang yang berucap demikian untuk tidak mengeluarkan kata-kata yang bisa
menistakan muruah aksi ini. Tak berdasar opini itu. Kami hanya rindu
ceramah-ceramah indah nan menyejukkan dan beraroma surgawi yang selalu
disampaikan beliau. Tiada lain." Tegas sekali Edo mengucapkan
kalimat-kalimat itu.
"Tapi tokoh-tokoh yang datang orang-orang oposisi semua, Do.
Dan ceramah-ceramah yang disampaikan pada kegiatan itu juga bernuansa
politik." Sanggah Abu Natae.
"Yaelah,. Anda kok ribet amat sih. Sudah percayai saja. Tabu
pertanyaan itu. Anda mau acara pengajian anda ditolak lagi?"
Demi Novantoe, Yang Mulia, pulanglah segera. Ruang besi telah
tersedia untuk melindungi Engkau, Paduka.
(Seperti yang diriwayatkan oleh dirinya sendiri) Pada mulanya, Tras hanyalah pemuda kampung biasa yang kesehariannya tak jauh berbeda d...
TRAS DIUTUS
(Seperti yang diriwayatkan oleh dirinya sendiri)
Pada mulanya, Tras hanyalah pemuda kampung biasa yang kesehariannya
tak jauh berbeda dengan orang kebanyakan. Terlahir dari keluarga yang sederhana
namun memegang teguh falsafah hidup jujur dan suka menolong sesama, tumbuhlah
ia menjadi pemuda yang santun, gecul, pandai bergaul, sederhana, dan jago
berhitung.
Adapun Tras, selain bercakap dan bersenda gurau dengan
teman-temannya, adalah mengembala kambing dan domba kegemerannya setiap hari.
Dari kegemaran inilah, hidupnya berubah 180 derajat. Perubahan membawa
perubahan.
Pada suatu ketika, seekor kambingnya tersesat dari kerumunan.
Alangkah gundah hati Tras. Hatinya yang lembut bak nutrijel itu tak sanggup
menahan pedih jika harus kehilangan seekor kambing kesayangannya. Traspun
mencari ke segala arah dan penjuru. Mencari dan terus mencari. Dalam perjalanan
pencarian tanpa henti dan lelah itu, nampaklah olehnya suatu penglihatan yang
hebat dan mengejutkan : seekor kambing kesayangannya tiba-tiba keluar dari
semak duri bercahaya menyilaukan mata. Traspun terperangah dan menunduk,
seperti bersujud, menutup matanya dari terpaan sinar ajaib itu. Dalam hatinya
"mungkin malaikat tuhan sedang menampakkan diri kepadaku". Kemudian
secara ajaib berserulah kambing itu kepadanya, demikian :
"Tras, Tras! AnakKu. Aku telah memperhatikan dengan sungguh
kesengsaraan umatKu dan Aku telah mendengar seruan mereka. Kesengsaran mereka
ialah karena berIMAN tiada berAKAL dan berAKAL tapi tiada berHATI. Orang-orang
yang mengaku suci dan telah bersiar mengenai dirinya menjadi imam atas kamu
sungguh mereka telah menipu : menjual perkataanKu untuk kesenangan pribadi dan
uang semata. Mereka bergundik dengan kaum fasik untuk mengabur Kebenaran Sejati
sehingga kamu teperdaya. Mereka berkaok-kaok berlaga suci tapi mulutnya penuh
benci dan caci maki, menghujat yang tidak sependapat, menuduh sesat yang tidak
sealiran. Bagi mereka yang sudah terikat
jaring keangkuhan, terkekang dalam api kesombongan, yang merasa hanya kepadanya
tuhan membukakan satu-satunya jalan keselamatan akhirat, akan menjadikan agama
sebagai mesin pendorong kajahatan dan teror. Aku ingin engkau
berbu........."
"Dan siapakah aku ini, maka aku yang harus berbuat sesuatu?
Apakah yang bisa dilakukan oleh tanganku yang kurus dan tubuhku yang tiada
berdaya ini? Menjual kambing-kambingku dan memberikan uangnya kepada mereka
sehingga mereka tiada lagi berucap sampah? Sungguh tidak adil permintaan yang
demikian." Sela Tras penuh keheranan.
"Ha ha ha ha... Bukan demikian, anakKu yang bijak. Aku melihat
kebaikan hatimu yang putih bak salju itu mampu memperbaiki segala kekacauan
yang telah terjadi. Kau, dengan Kejenakaanmu Yang Maha Lucu, sanggup memulihkan
kekacauan menjadi keteraturan. Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau.
Ajarkan kejenakaanmu itu kepada semua orang."
"Bolehkah aku menamainya Paluisme, Mbing?" Tanya Tras
kepada Kambing.
"Itulah nama yang tepat,anakKu."
Mendengar itu, berlarilah Tras terbirit-birit meninggalkan domba dan
kambingnya. Ia ketakutan. Badannya gemetar. Bulir-bulir keringat keluar dari
dalam kulitnya. "Mandikan aku! Mandikan aku!" Teriaknya sesampainya
di rumah.
Melihat anaknya yang bagai orang kesurupan itu, Ibu Tras terkasih
dengan sigap dan cekatan memandikan Tras dengan sekali siraman air seember.
Sekejap Tras berhasil menenangkan diri dan menceritakan hal yang baru saja
menimpanya.
"Tidak ada yang perlu ditakutkan, anakku. Itulah Amanat Berat
yang harus kau tanggung. Meluculah maka semua akan bahagia."
Demikianlah Tras yang kemudian menjadi Pendiri (Nabi) Paluisme.
Berbahagialah setiap orang yang mendengar perkataannya dan
melakukannya hari lepas hari.
Langganan:
Postingan (Atom)
0 Comments: